Jumat, 06 September 2013

A Breath

Seperti beberapa tahun dalam dekade ini, tatapan mataku masih sama dengan lima tahun yang lalu. Dimana cahaya hanya tersentuh diujung persimpangan itu, selalu sama. Langkah kakiku masih mengarah pada tujuan yang satu, tanpa tahu apakah jurang dan ngarai yang harus kulalui. Gerak batinku meronta pada kehinaan yang kuanggap mulia, kesedihan yang kuanggap ceria, dan kebencian yang kuanggap asmara. Untuk beberapa kali lagi aku menjumpai ulangan waktu yang persis tak bercela, itulah De Jafu yang melelahkan.

Ataukah hari ini memang, apa yang dinamakan Tuhan hidayah, berkah atau yang lainnya. Aku berubah.